Jose Mourinho Sadar akan Didepak Tottenham Gegara Lima Hal Ini

Jose Mourinho Sadar akan Didepak Tottenham Gegara Lima Hal IniJose Mourinho sesungguhnya telah mempunyai lima penanda jika kariernya tidak akan lama di Tottenham Hotspur.

Dimulai dari konfliknya dengan Dele Alli sampai kedengkian beberapa supporter Spurs pada style permainan pelatih dari Portugal itu. Saat dia jadi pelatih Spurs 17 bulan kemarin, Mourinho terlihat akan bawa pencerahan baru di tim The Lilywhites.

“Saya suka tergabung dengan sebuah club yang mempunyai peninggalan luar biasa dan supporter yang paling semangat,” pungkas Mourinho pada awal kehadirannya di Spurs di bulan November 2019.

“Kualitas dari skuadnya atau akademinya membuat saya benar-benar semangat. Bekerja dengan beberapa pemain beginilah yang memikat perhatian saya,” lebih Jose Mourinho. Baca: Klose Bisa Menyusul Flick Keluar Musim Depan.

Pelatih yang dipanggil the Special One itu juga terlihat seperti tercipta kembali sesudah kariernya usai di Manchester United dengan tidak membahagiakan, karena konfliknya dengan beberapa pemain Setan Merah, seperti Cedera Shaw dan Paul Pogba, tidak berhasil membuat berjaya pada musim ke-2 .

Walau sebenarnya, Mou sukses memenangi piala Piala Liga dan Daftar Situs Judi Slot Online No.1 Terpercaya Liga Europa, bahkan juga finis di posisi ke-2 Liga Premier pada musim pertamanya itu.

Jose Mourinho jadi bintang dalam film dokumenter ‘Amazon Prime’s All or Nothing, di mana beberapa supporter menyongsong hangat sikapnya sebagai juara.

Tetapi, diutarakan The Sun, seperti awalnya style managerialnya tidak membahagiakan faksi tertentu, di mana waktu itu pelatih 58 tahun itu jadi perhatian karena perseteruannya dengan Danny Rose.

Apa lagi, bintang pujaan beberapa penggemar Spurs, Dele Alli, selanjutnya dipeti-eskan. Penggemar mulai tidak senang dengan ketetapannya selalu membangkucadangkan Alli, bahkan juga membuangnya sebagai pemain utang club League One, Milton Keynes Dons.

Berikut lima argumen bagaimana karier Jose Mourinho berjalan salah di club London Utara itu:

Banyak penggemar Tottenham tidak percaya dengan pemilihan seorang manager yang terkadang dipandang habiskan tenaga. Pelatih awalnya, Mauricio Pochettino, sukses bawa club ada dalam status empat besar (akhiri musim di atas pesaing London Utara mereka, Arsenal) dan bawa Spurs meluncur ke final Provider Slot Game Terpopuler Liga Champions.

Walaupun Spurs kerjakan awalnya persaingan yang memilukan pada musim 2018/19, tetapi menendang pelatih dari Argentina itu nampaknya mustahil dilaksanakan. Sayang, Poch ditendang Daniel Levy dan Jose Mourinho selekasnya dipilih sebagai kepala pelatih.

Catatannya di Manchester United dan musim terakhir kalinya sebagai pelatih Chelsea di masa ke-2 nya, dengan evolusi strategi sepak bola yang memberikan dukungan permainan lebih serang, membuat supporter Spurs bertanya berkenaan cara club untuk menunjuknya sebagai alternatif Pochettino.

Strategi classic Mourinho saat bermain, sesungguhnya direncanakan untuk peroleh yang terbaik dari beberapa bintang di timnya, di mana dia menuntut beberapa pemainnya berusaha keras buatnya.

Saat latih di Chelsea, Jose Mourinho bentrokan dengan Joe Cole dan Eden Hazard. Lantas, saat di Real Madrid, bahkan juga Cristiano Ronaldo rasakan terkena damprat Mourinho saat ia minta bintang Portugal itu supaya menolong teamnya bertahan.

Dia bahkan juga tidak ingin menyebutkan nama Paul Pogba saat dia masih di MU – pemain yang belakangan ini memaparkan bagaimana perlakukan kasar yang didapatkannya dari pelatih itu. Lantas, skema itu juga bersambung di Spurs.

Bek sayap, Danny Rose, dipeti-eskan dari tim khusus, dan bekas bek Inggris itu juga akui ingin ketahui kenapa hal yang dirasakannya sering terjadi di kamp latihan di mana Mourinho jadi pelatihnya.

Lalu, ada juga permasalahan Dele Alli. Di sesion latihan pertama kalinya, Jose Mourinho menanyakan pada pemain tengah Inggris itu, apa ia ‘Dele Alli atau saudara lelakinya Dele Alli’. Argumennya, ia tidak latihan layaknya seperti seorang pemain memiliki label bintang Liga Premier.

Sesudah Alli sukses menyumbangkan delapan gol dalam delapan laga pertama Mourinho sebagai pelatih, perform pemain itu selanjutnya turun dan Dele disisihkan dari tim. Alli ‘si pemalas’ bahkan juga kesusahan untuk kembali peroleh tempatnya dan dihubungkan dengan gagasan kepindahnya ke PSG di transfer bursa Januari.

Kasus Dele Alli mungkin jadi yang paling mengambil alih perhatian di Spurs. Tetapi, ada banyak pemain yang lain alami nasib sama, seperti Serge Aurier, Tanguy Ndombele, Gareth Bale dan Toby Alderweireld, di mana mereka kelihatan bentrokan dengan pelatih itu.

Beritanya, beberapa pemain selanjutnya bicara dengan Levy dan menyalahkan sikap Jose Mourinho ke beberapa pemainnya, sebelumnya terakhir dia ditendang pada Senin pagi waktu di tempat 19 April 2021.

Saat Mourinho dihadirkan Spurs, sesungguhnya cukup memikat buat melihat bagaimana ia lalui hubungan dengan Levy.

Di tim-tim awalnya, dia umumnya mendapatkan kucuran dana yang lumayan banyak. Tetapi, pimpinan Spurs itu telah dikenali punyai rekam jejak benar-benar waspada dalam menggulirkan dana pembelian pemain. Lantas, jalinan yang tidak serasi di antara Levy dan Mourinho mulai terlihat saat transfer bursa musim panas tahun kemarin.

Jose Mourinho dikabarkan ingin hadirkan bek PSG, Thomas Meunier. Tetapi L’Equipe memberikan laporan, Levy punyai ketidaksamaan opini berkenaan pemain internasional Belgia itu, dan pemain itu juga berpindah ke Borussia Dortmund dengan status bebas transfer.

Disebutkan juga, Mourinho tidak ingin club datangkan Bale dari Real Madrid, serta lebih senang bila Spurs melakukan investasi hadirkan seorang bek tengah.

Gampang untuk lupakan jika Mourinho pernah bawa Spurs menempati di pucuk klassemen Liga Premier pada bulan Desember 2020. Di 11 laga pertama mereka, Spurs sukses taklukkan Manchester United, 6-1, lalu membekap Manchester City dan Arsenal masing-masing dengan score 2-0.

Tetapi, Jose Mourinho masih dicecar bermacam kritikan, khususnya berkenaan style bermainnya yang dipandang pragmatis, biarkan team-team lain kuasai bola saat sebelum memberikan pukulan keras pada Harry Kane dan Son Heung-min saat interval.

“Jika mereka tidak senang menontonnya, ya tidak boleh melihat. Sesimpel hanya itu sesungguhnya,” katanya ke Sky Sports beberapa lalu.

“Saya menjadi pundit untuk diri saya sendiri sepanjang beberapa waktu ini, dan saya telah belajar untuk menghargai mereka bahkan juga meskipun saya tidak sepakat,” lebih Mourinho.

Tetapi, Spurs sangat tergantung pada Kane dan Son terlalu berlebih, di mana hal tersebut selanjutnya membuat kropos baris belakang Spurs.

Sampai pada akhirnya, Tottenham selanjutnya secara mengagetkan disingkirkannya Dinamo Zagreb di Liga Europa, walaupun mereka sukses unggul 2-0 di putaran pertama. Nasib Mourinho juga ada dalam ujung sundul.

Penggemar Hotspur sekarang mungkin menjelaskan jika mereka betul, meskipun Jose Mourinho sukses bawa club itu meluncur ke final Piala Liga – untuk pertamanya kali semenjak tahun 2015.

Tidak senang dengan hasil itu, style permainan yang memprioritaskan keselamatan dipandang ‘bukan stylenya Spurs’, dan supporter fanatik club itu juga menuntut performa Liga Europa yang lebih bagus.

Bekas pemain Jamie O’Hara bahkan juga sempat pernah memanasi situasi saat ia menjelaskan ke Sky Sports jika kekalahan 3-0 di Kroasia sebagai ‘peluang pemberhentian’ Mourinho. ” Cuman satu laga yang dapat selamatkan karier anda di club ini, yaitu Tottenham harus menaklukkan Manchester City,” tutur O’Hara saat itu.

Tetapi, kenyataannya, Mourinho bahkan juga tidak mendapatkan peluang mengikuti anak asuhannya bertanding di final Piala Liga dan menyaksikan mereka taklukkan City.

Tagged , . Bookmark the permalink.